Jumat, 31 Juli 2015

MENGGAPAI CINTA ALLAH DENGAN SUCI LAHIR BATHIN

TAHARAH
taharah berasal dari bahasa Arab yang berarti bersih atau bersuci. sedangkan menurut istilah ialah suatu kegiatan bersuci dari najis dan hadas sehingga seseorang diperbolehkan untuk beribadah yang dituntut harus dalam keadaan suci
dalil-dalil yang menganjurkan supaya kita bersuci antara lain "dan pakaianmu bersihkanlah dan tinggalkanlah perbuatan dosa" (Q.S. al-Mudatstsir: 4-5) dan "sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai oranag-orang yang mensucikan diri" (Q.S. al-Baqarah: 222) "kebversihan sebagian dari iman" (H.R.Muslim)

NAJIS
najis berasal dari bahasa Arab yang artin ya kotor, sedangkan menurut istilah adalah sesuatu benda yang kotor yang mencegah sahnya mengerjakan suatu7 ibadah yang dituntut harus dalam keadaan suci.

HADAS
hadas bersal dari bahasa Arab yang artinya suatu peristiwa, atau tidak suci dari kotoran. sedangkan dalam istilah adalah keadaan tidak suci bagi seseorang sehingga menjadikannya tidak sah dalam melakukan ibadah.

Najis terdiri dari tiga macam
1. Najis Mukhaffafah
Najis Mukhaffafah ialah najis ringan, yaitu air kencing bayi laki-laki yang belum makan selain ASI, cara mensucikannya adalah dengan mencipratkannya.
2. Najis Mutawasitah ialah najis selain najis Mukhaffafah dan Mughalladzah, seperti kotoran manusia atau hewan. cara mensucikannya adalah dengan menghilangkannya sampai hilang bau, warna atau sifatnya dengan menyiram air.
3. Najis Mughalladzah
Najis Mughalladzah ialah karena jilatan anjing atau babi, cara mensucikannya adalah dengan mencuci tujuh kali, dan salah satunya dicampur dengan tanah.


Hadas terdiri dari dua macam
1. Hadas Besar, penyebab seseorang hadas besar adalah haid, nifas, jima' dan sebagainya. cara bersucinya adalah dengan mandi atau tayamum
2. Hadas Kecil. penyebab sesorang hadas kecil adalah buang air kecil, buang angin, menyentuh kemaluan dan sebagainya. cara bersucinya adalah dengan berwudhu atau tayamum.

Alat-alat yang digunakan bersuci terdiri dari dua macam, yaitu air dan bukan air, seperti batu dan lainnya.
ditinjau dari segi hukumnya, air terbagi menjadi lima macam:
1. air taahir mutaahir
2. air makruh
3. air mustra'mal
4. air taahir gairu mutaahir
5. air mutanajjis

ISTINJA
istinja menurut bahasa terlepas atau selamat. sedangkan istinja menurut istilah adalah bersuci sesudah buang air besar atau kecil. beristinja dengan air, dan apabila tidak ada air, maka boleh dengan benda padat seperti batu, daun, kayu, kertas, dan sebagainya dengan syarat tertentu.

adab buang air ialah mendahulukan kaki kiri ketika masuk wc. pada waktu masuk dan keluar wc membaca doa, mendahulukan kaki kanan ketika keluar wc. istinja hendaknya menggunakan tangan kiri.

hal-hal yang dilarang saat buang air adalah bercakap-cakap sewaktu buang air kecuali terpaksa, menghadap kiblat dan membelakanginya, membaca aytat Al-Qur'an, serta tidak buang air di tempat terbuka, di air yang tenang, di lubang-lubang, di tempat yang mengganggu orang lain.

WUDHU
wudhu adalah salah satu cara menghilangkan hadas kecil. tata cara berwudhu adalah sebagai berikut: niat, tasmiyah (membaca Basmallah), membasuh kedua telapak tangan, madmadhah (berkumur-kumur), istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung dengan menghirupnya), dan istinsyar (mengeluarkan air dari hidung), membasuh wajah, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh telinga, at-Tartib, al-Muwaalat (berkesinambungan dalam berwudhu sampai selesai tidak terputus), dan membaca doa sesudah berwudhu

MANDI
tata cara mandi adalah sebagai berikut: mengucapkan basmallah, dan berniat untuk menghilangkan hadas besar, dimulai denan membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, membersihkan kemaluannya, dan kotoran yang ada disekitarnya, setelah itu berwudhu sebagaimana cara berwudhu untuk shalat, kemudian mengguyurkan air di mulai dari pundak kanan terus ke kepala dan seluruh tubuh, dan menyilang-nyilangkan air dengan jari tangan  ke sela-sela rambut kepala dan rambut jenggot dan kumis serta rambut mana saja di tubuh kita sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh, dan seterusnya.

TAYAMUM
tatacara tayamum adalah membaca basmallah dan berniat, menepuk kedua telapak tangan ke permukaan tannah, meniup kedua telapak tangan, lalu mengusao wajah dan kedua tangan hingga pergelangan, tertib dalam bertayamum.

tata cara beristinja ialah membasuh qubul, dubur dengan air sampai bersih, membasuh dan membersihkan tempat keluar kotoran air besar atau air kecil dengan batu atau dengan benda kasat lainnya sampai bersih, sekurang-kurangnya tiga kali, najis yang jatuh di atas benda yang padat, cukup dengan membuangnya dan benda yang ada disekitarnya. adapun benda yang terdapat bekas minum anjing, harus dicuci sebanyak tujuh kali dan salah satunya dengan debu/tanah.

amati gambar berikut, kemudian tulislah tanggapan kalian tentang gambar di bawah ini.